20 Tahun untuk Jessica, Tak ada pertimbangan yang meringankan terdakwa Jessica

Posted on

ini-ekspresi-jessica-dituntut-20-tahun-penjara-atas-kematian-mirnaIndoberita.co – Seratusan pengunjung memadati ruangan sidang Kusuma Atmadja II di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 5 Oktober 2016. Kursi-kursi yang ada disana tidak lagi dapat menyimpan mereka. Beberapa besar salah satunya sangat terpaksa berdiri. Bahkan juga, banyak yang tidak dapat masuk ke ruang karena telah penuh.
Walau ruang sesak, penggunjung tetaplah ketertarikan ikuti jalannya persidangan perkara sangkaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin itu. Mirna tewas sesudah meneguk es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, 6 Januari 2016. Polisi mengira korban wafat karena toksin sianida yang ada pada kopi itu. Jessica Kumala Wongso jadi terdakwa dalam perkara ini.
Hari itu, persidangan di ruang itu menarik semakin banyak pengunjung dibanding persidangan terlebih dulu.

Sebab, persidangan kesempatan ini masuk step tuntutan.
Dalam persidangan sepanjang sembilan jam itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Jessica dengan hukuman penjara 20 th. dikurangi saat tahanan, dan terdakwa tetaplah ditahan.

Berdasar pada kenyataan hukum yang sudah disibak sepanjang persidangan, jaksa memohon majelis hakim menyebutkan Jessica bersalah dapat dibuktikan lakukan pembunuhan merencanakan.
” Tuntutan, memohon majelis menyatatan Jessica Kumala Wongso, dengan kata lain Jess dapat dibuktikan lakukan pembunuhan dengan direncanakan terlebih dulu, ” kata jaksa Melanie, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu malam, 5 Oktober 2016.
Beberapa pertimbangan memicu tuntutan itu. Salah satunya pertimbangan-pertimbangan yang memberatkan. Hal yang memberatkan diantaranya wafatnya Mirna sudah menyebabkan rasa sedih mendalam keluarga yang ditinggalkan.
Jaksa yakini pembunuhan Mirna direncanakan dengan cara masak. Pembunuhan itu dinilai sebagai perbuatan keji lantaran dikerjakan pada teman dekat sendiri.

Perbuatan itu juga dinilai sadis karena toksin sianida tidak segera membunuh namun menyiksa korban sebelumnya wafat dunia.
Pertimbangan memberatkan yang lain yakni terdakwa bangun alibi, dengan menebarkan info menyesatkan yang bisa menghalangi penyidikan. ” Pertimbangan memperingan tak ada, ” kata jaksa Melanie
Atas tuntutan itu, Hakim Ketua Kisworo tawarkan Jessica masalah mengajukan pembelaan (pledoi).

Tawaran itu direspons ketua tim penasihat hukum Jessica, Otto Hasibuan. Tim pengacara Jessica bakal ajukan pledoi atas tuntutan yang dibacakan JPU pada clientnya. “Ya, yang mulia, kami bakal ajukan pembelaan, ” kata Otto.
Hakim Ketua Kisworo lalu terima mengajukan pembelaan yang disuruh oleh terdakwa Jessica. Sidang kelanjutan dengan agenda pledoi bakal dilangsungkan pada 12 Oktober 2016.
Selesai sidang, Otto menjelaskan, clientnya tidak laik dijatuhi hukuman sehari juga. ” Apa bedanya sehari dengan 20 th.? untuk kita sama juga, sehari juga sesungguhnya tak laik lantaran tak ada bukti, ” katanya. Dia prihatin atas tuntutan yang dibacakan JPU. Sebab, dalam tuntutan itu jaksa dinilai lakukan menambahkan serta pengurangan materi.
Satu diantara menambahkan materi yang disebut yakni masalah toksin sianida sejumlah 5 gr.

Toksin itu dimaksud dimasukkan terdakwa Jessica kedalam es kopi Vietnam yang diminum Mirna. ” Saya tidak habis fikir ya dari tempat mana jaksa mengambil 5 gr (toksin sianida) itu. Bila hingga jaksa menyampaikan 5 gr itu ada, bermakna dia pegang barang itu dong (sianida), dia timbang barang itu dengan orang memberi, memasukkan kedalam gelas 5 gr, ” katanya..
Bila jaksa meyakini Jessica membunuh Mirna dengan toksin sianida, semestinya JPU menuntut clientnya dengan hukuman mati, bukanlah 20 th. penjara. Karena itu, Otto menilainya, JPU sangsi bila Jessica membunuh Mirna.

Pertimbangan jaksa
Ada beberapa pertimbangan yang diutarakan jaksa sebelumnya menuntut terdakwa berumur 27 th. itu. Salah satunya, jaksa meyakini Mirna tewas karena zat sianida dalam kopi yang diminumnya.
Kandungan sianida itu dimaksud tampak dari hasil kontrol dalam sampel bekas kopi dan organ badan Mirna. Lambung korban ada kelainan yakni alami korosif.

” Dokter forensik berkesimpulan kalau penyebabnya kematian Mirna yaitu lantaran toksin sianida, ” kata jaksa Melanie.
Rangkuman itu diperkuat dengan info beberapa saksi pakar yang didatangkan jaksa. Walau bagian ketrampilan mereka tidak sama tetapi keterangannya dinilai sama-sama sesuai sama serta lengkapi hingga jaksa meyakini sianida dipakai terdakwa untuk membunuh Mirna.
Berdasar pada hasil penilaian pakar psikologi lewat rekaman closed circuit television (cctv) di Kafe Olivier, Jessica adalah pihak yang paling mungkin saja untuk merekayasa kopi yang diminum Mirna. Penilaian itu karena terdapat banyak tingkah laku tidak umum Jessica. Salah satunya aksi Jessica yang segera membayar kopi sebentar sesudah dipesan serta pernah menempatkan sebagian paper bag diatas meja 54.

” Lantaran seakan-akan membentengi gerakan terdakwa hingga tak tampak, ” kata jaksa Ardito Muwardi.
Tidak cuma itu yang bikin jaksa meyakini. Berdasar pada hasil analisa pakar digital forensic pada rekaman cctv kafe itu, tak ada gerakan mencurigakan dari peracik kopi ataupun penyaji es kopi Vietnam di tempat. Sesaat pada terdakwa dimaksud ada gerakan tangan dari dalam tas ke atas meja.
Jessica dimaksud tampak mengambil suatu hal dalam tasnya sampai berlangsung gerakan gelas kopi.

“Gelas Vietnamese Ice Coffee yang awal mulanya ada di depannya berubah ke arah tengah meja. Kopi dalam gelas itu yang lalu diminum korban Mirna, ” tutur jaksa.
Jaksa meyakini Jessica membunuh Mirna karena sakit hati. Motif sakit hati itu didapat dari info suami Mirna, Arief Sumarko yang peroleh info dari rekan Jessica. Sakit hati itu disangka karena Mirna pernah menasihati Jessica berkaitan jalinan percintaannya dengan pria bernama Patrick. Mirna menasihati Jessica untuk putus dengan pacarnya yang dimaksud sukai berlaku kasar itu.
Pada pertimbangan yang lain, Jaksa mengungkap hasil kontrol psikiater serta psikolog dari Tempat tinggal Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

” Terperiksa Jessica dinilai mempunyai resiko lakukan kekerasan dengan cara berulang pada sendiri serta orang lain, ” kata jaksa.
Info Jessica waktu kontrol di persidangan tidak luput dari pertimbangan jaksa. Jessica sering mengakui lupa saat di tanya peristiwa pada 6 Januari lantas itu. Argumennya, momen itu berlangsung telah berapa bln. silam.

Tetapi, waktu di tanya penasihat hukum, Jessica bisa mengingat peristiwa yang lebih lama dari momen itu.

Baca Juga: Ini Penampakan-penampakan Aneh Jessica Sebelum Bertemu Mirna
Jaksa menilainya info terdakwa berniat disampaikan untuk menyangkal pernyataan saksi ataupun pakar yang didatangkan jaksa. ” Terdakwa tidak mengaku sosok terdakwa di rekaman CCTV, tidak mengaku BAP (berita acara kontrol), tidak mengaku rekonstruksi, ” tutur jaksa Melanie.

Incoming search terms:

foto sexi jessica sianida,rekaman skandal gelap syahrini,payudara jessica kumala wongso,rekaman skandal syahrini,kelanjutan banding jessica,kata kata brother lupa diri,Jessica kumala wongso,madam abigail,foto sexi,rekaman gelap,

Loading...