Point-Point Tausiyah Pemimpin Aksi Bela Islam GNPF- MUI

Posted on

habib-rizieq

Goendonesia.com – Berikut POIN-POIN TAUSIYAH PEMIMPIN AKSI BELA ISLAM GNPF MUI, yang diadakan di Markaz Syari’ah Petamburan (ahad, 6 Nov), jam 08. 00 s/d 14. 00 wib.

1. Pembukaan
Acara di buka dengan do’a supaya majelis senantiasa dalam keberkahan Allah. Dilanjutkan dengan pembacaan satu diantara isi Kitab Hikam oleh Habib Husin Alathos serta pembacaan Kitab Riyadush Shalihin oleh Ahmad Fikri.

2. Keterangan Urutan Sekitar Chaos 4 November serta Pemutaran Video Kenyataan

a. Keterangan Habib Rizieq Shihab :

1. Kita berkumpul lantaran ada masalah utama yang bakal di sampaikan pada ummat. Sudah ada di majelis ini, pimpinan FPI, Az-Zikra, perwakilan MUI serta penggerak tindakan 4 November lainnya

2. Yang kita putar yaitu hasil rekaman dari mass media GNPF MUI yang dihimpun. Serta disiarkan. Tak disebar di media mainstream. Namun telah ada di sosial media.

3. Detik-detik mendekati chaos, kenyataan yang tersingkap dalam video :

a. FPI tak pernah menyerang polisi. HMI juga tak menyerang. Namun massa tanpa ada jati diri

c. Dapat diliat di video, kalau komandan-komandan FPI malah ada diantara massa yang geram serta barikade polisi. Kita membujuk mereka yang menyerang polisi untuk mundur

d. Negosiasi baru 30 menit berjalan, mendadak ada letusan senjata serta beberapa puluh gas airmata ditembakkan. Wapres, Menkopolkam, Kapolri serta Panglima TNI kaget

e. Bisa diliat di video, yang rusuh itu cuma samping kiri. Sisi kanan kita tetaplah tenang. Namun gas airmata tetaplah ditembakkan ke mobil komando serta massa di samping kanan. (Mereka memanglah targetkan lumpuhkan ulama serta habaib)

f. Pernah berhenti 20 menit saat azan Isya dikumandangkan. Massa paling depan sholat. Sesudah sholat mendadak polisi maju satu langkah. Itu provokasi. Massa merangsek. Serta kerusuhan berlangsung lagi.

g. Kesan kalau tindakan penembakan ini direncanakan terbaca sekali. Kanan kita Monas, depan kita barikade, kiri kita gedung, serta belakang kita yaitu massa yang merangsek kedepan. Jumlahnya beberapa ratus ribu. Untung pagar Monas dapat kita masuki. Bila tak, malam itu kita bakal banyak korban wafat.

h. Bila kita ingin melawan sesungguhnya mungkin. Namun sekali lagi, kita tindakan damai. Kita animo sama panglima lapangan yang tetaplah perintahkan tidak untuk melawan. Pelan-pelan kita mundur ke Patung Kuda. Kita salut dengan ummat yang patuh perintah lapangan.

4. Keseluruhan 165 korban. 9 orang terluka dijahit. Ustadz Arifin Ilham terserang peluru karet. Memar di tangannya. Sebagian korban ada yang patah kaki. Ada anggota yang terserang gas air mata serta terluka dibagian putih mata. Hari ini dioperasi. Yang tergilas mobil ada juga.

b. Keterangan Dokter Soleh, Ketua Tim Medis GNPF MUI

1. Sesungguhnya dampak gas air mata itu ada di tiga tempat ; mata (berbentuk perih serta tak dapat lihat), saluran napas (berbentuk pembengkakan serta kesusahan bernapas), serta saluran makanan (berbentuk mual serta pusing). Peluang gas airmata yang ditembakkan tempo hari lebih beresiko dari ketetapan semestinya.

2. Pertolongan Allah riil dalam tindakan tempo hari. Sangat banyak korban yang datang dalam keadaan kejang-kejang. Namun karena pertolongan Allah, saat dimaksud Asma’ Allah, mereka jadi tenang.

3. Di lapangan kita dibantu banyaknya petugas dari beragam organissi. Ada MER-C serta yang lain. RS. Budi Kemuliaan juga mengagumkan jasanya. Jadi tempat menyimpan korban. RS. Budi Kemuliaan jadi tempat Rumah Sakit perjuangan.

4. Peluru karet itu bukanlah peluru diisi karet. Memiliki bentuk peluru, ada selongsongnya, namun kosong. Bila tentang tubuh dalam jarak dekat dapat juga mengakibatkan kematian. Dapat mengakibatkan robeknya tubuh

5. Memar-memar luka lantaran benda itu lain dengan peluru. Bila lantaran peluru lebamnya terpusat serta seperti ada luka dalam dibawah kulit.

c. Keterangan Penambahan Habib Rizieq Shihab :

1. Dalam siaran pers tempo hari, kita dengan cara tegas menyatkan kalau momen yang berlangsung di Istana yaitu pembantaian ummat Islam. Namun atas pertolongan Allah, tidak berhasil dieksekusi.

2. Gas air mata seringan apa pun, tetaplah membahayakan. Bila yang tindakan 1000-2000 orang, mudah saja lantaran banyakny oksigen bersih yang dapat dihirup. Dalam kerumunan jutaan orang sulit. Semuanya terkena gas airmata. Disinilah kita bingung, apakah komandan yang perintahkan penembakan gas airmata memikirkan hingga kesitu.

3. Kita dapat tegaskan kalau 4 November itu yaitu gagasan pembantaian massal Ummat Islam. Ada tindakan penggilasan mobil, penabrakkan dengan motor trail, peluru karet yang diketemukan, gas air mata, dan sebagainya yaitu bukti. Aparat harusnya menggunakan akal yang cerdas. Jutaan orang bakal cemas dengan protap seperti itu. Ini terang pelanggaran HAM berat.

4. Didalam tindakan tempo hari banyak ulama sepuh, banyak wanita. Diikuti oleh beragam kelompok yg tidak tahu tata langkah evakuasi waktu demonstrasi. Polisi luka bibir pecah saja diungkape. Kita yang banyak patah serta dijahit tak seperti itu.

5. Ulama masihlah di istana tengah lakukan negosiasi, kok ada tembakan. Komandan TNI serta Polri paling tinggi ada di istana. Mereka turut kaget. Bermakna ada komando lain yang memberi perintah penembakan.

6. Kapolri Tito berdiri serta menggunakan pengeras nada ; “Saya Kapolri. Saya perintahkan hentikan penembakan”. Berulang-kali. Tak digubris. Panglima TNI Jenderal Gatot maju, teriak di pengeras nada ; “Saya Gatot. Hentikan penembakan”. Tidak berhasil juga. Mereka tak didengar. Lantaran ada komando lain.

7. Pada akhirnya kita menuju DPR MPR, lantaran di Istana negosiasi tidak berhasil. Sampai jam 3 pagi kita berunding. Disana ada Kostrad. Keamanan DPR telah di ambil alih oleh Kapolri serta Panglima TNI. Pada akhirnya sesudah sebagian perjanjian kita buat, Ketua MPR serta Komisi III turut naik ke mobil komando serta berikan prinsip mereka. Sesudahnya kita pulang. Serta dapat teratur tanpa ada mengakibatkan kerusakan. Tetaplah damai

8. Presiden Jokowi itu pura-pura tuli. Mulai sejak 3 minggu pengumuman Tindakan 4 November mengedar dimana-mana, saat dia tidak paham ada tindakan. Seakan-akan tak berlangsung apa-apa. Tempo hari buruh lakukan tindakan ditunggu serta didapati. Ada yang mengganggu toleransi jadi di terima juga. Sesaat kita ummat Islam seperti tak dihiraukan.

d. Keterangan Pemimpin GNPF MUI Yang lain (Bersambung-sambung)

1. Presiden menyebutkan kalau pihak Istana telah setuju dengan Ulama. Mereka tawarkan untuk mengolah sepanjang 2 minggu. Kita tuntut tanggal 4 November di tangkap. Tak pernah beralih. Berarti tak ada perjanjian. Ketentuan sepihak mereka saja masalah 2 minggu itu.

2. Apakah 2 minggu tentu di tangkap?. Belum pasti. Tinggal kontrol. Masalah Ahok tak dapat dipolitisasi. Tak ada tawar menawar politik. Ini bukanlah tawar politik. Ini penistaan agama

3. Rakyat telah lihat bila masalah Ahok tak dapat dikerjakan dengan politik, sosial ekonomi atau apa pun. Mesti serta cuma dikerjakan dengan cara hukum.

4. Apa pun yg berlangsung pada saya, perjuangan ini mesti tetaplah lanjut. (Kalimat ini disampaikan oleh Habib Rizieq serta semuanya ulama yang ada)

e. Penambahan dari Munarman :

1. Hanya satu yang membuat perlindungan kita cuma Allah SWT. Bila bukanlah lantaran Allah, sangat banyak korban ummat Islam pada tindakan tempo hari.

2. Ini betul-betul mengagumkan. Semua nusantara berdatangan pada tanggal 4 November. Orang tak pernah turut demo, hari itu turut demo. Orang tidak ingin turut politik namun tempo hari turun demo. Semuanya seperti digerakkan oleh Allah. Tak ada manusia yang dapat menggerakkan tindakan tempo hari. Tak juga yang memiliki dana. Mesti keluar berapakah dengan jumlah massa berjuta-juta seperti itu. Terkecuali atas rekayasa Allah.

3. Polisi menjanjikan gelar perkara yang ditayangkan dengan cara terbuka. Dalam prosedur hukum itu tidak pernah ada. Bila sidang pengadilan baru dapat. Lima th. saya kuliah seperti terlihat bodoh dengan drama hukum Ahok.

4. Saksi Pakar yang berpihak pada Ahok yang di panggil pihak kepolisian nyatanya semakin banyak. Kelak peluang skenarionya, Ahok pada akhirnya tak diserahkan ke pengadilan.

6. Pekerjaan negara memberantas kejahatan. Masalah Ahok yaitu momen kejahatan yang mengganggu kestabilan sosial serta toleransi kehidupan berbangsa. Harus diberantas supaya tak ada yang mengulangi di masa datang.

8. Telah mengedar fitnah atas diri saya. Gerakan ini tuturnya membagi-bagi duit. Ada photo saya tengah mengeluarkan duit. Walau sebenarnya itu yaitu massa yang tercecer dari rombongan. Jadi kita bantu cost untuk ticket serta sarapan. Bukanlah demo bayaran. Siapa yang mampu biayai massa sejumlah itu.

9. Tindakan ini tindakan damai. Provokator pertama beragama Katholik. Diakuinya. Ada 3 provokator yang tertangkap. Sayangnya kita tidak pernah ambillah KTPnya. Keburu dibawa polisi. Yang pasti dia bukanlah Islam.

10. Tindakan tempo hari demikian mengagumkan. Nyatanya massa ada di 4 penjuru mata angin Istana. Bila kita ingin menempati Istana, gampang saja. Namun bukanlah itu maksud kita. Maksud kita yaitu mengadili penista Al-Qur’an.

f. Kesaksian Yusuf Marta :

1. Mulai sejak pagi, saat kita mulai long march melalui Stasiun Gambir, pihak Kepolisian tenang serta sekedar duduk saja. Tak menolong jalannya jalan raya. Seperti tak perduli dengan massa tindakan mulai sejak awal.

2. GNPF MUI serta FPI tak pernah menyerah. Kita bakal tindakan selalu hingga Ahok dipenjara.

g. Nasehat KH. Misbahul Anam :

1. Tuntutan ummat terang. Tangkap serta penjarakan Ahok hari ini (4 November). Jadi kita tak pernah setuju masalah dua minggu itu. Wakapolri membentak ulama lantaran keteguhan sikap kita. Jadi dia menyuruh kami jalan kaki keluar Istana. Tak naik mobil dari Istana ke gerbang. Ada menteri yang tegur sikap Wakapolri

2. Dalam tindakan tempo hari sesungguhnya ada 2 orang peserta tindakan yang syahid :

a. H. Muhammad Syahri Umar Yunan (lahir 1951). Almarhum wafat lantaran gas air mata. Ada kesaksian Gilang putra Almarhum. Tak benar gosip yang mengedar kalau almarhum miliki penyakit asma. Aparat sangat menyederhanakan permasalahan. Almarhum wafat lantaran tak dapat bernapas sesudah hirup gas airmata.

b. Yang ke-2 anggota FPI bernama Saili bin Utok. Almarhum Anggota Laskar FPI dari Kramat Jati Jaktim. Almarhum bertugas menahan gelombang massa yang geram. Jam 5 atau 1/2 6 sore almarhum telah tak mampu. Pada akhirnya bebrapa rekanan selamatkan. Diantar pulang oleh yang lain. Namun dirumah tak dapat bernapas. Diantar ke RS serta wafat disana.

h. Kesaksian Gilang, putra Asy Syahid Muhammad Syahri Umar Yunan :

1. Bersukur dapat ada di komunitas ini. Sekian kali ingin ada namun Allah takdirkan hari ini dapat silaturrahim dengan beberapa pejuang serta pembela Al-Qur’an.

2. Orang-tua tak ada kisah asma. Almarhum memanglah miliki penyakit namun penyakit lambung. Mulai sejak satu bulan telah semangat menginginkan turut Tindakan Bela Islam. Umur almarhum telah 65 th. namun ada di barisan depan. Bangga ayahnya wafat dalam kondisi membela Allah serta Rasul-Nya

3. Orang-tua bukanlah orang politik. Tak ikutan politik. Pergi tindakan tempo hari juga tak ada embel-embel janji uang. Orangtua wafat di dalam kerumunan. Menurut persaksian rekan-rekan. Lantaran terserang gas air mata. Diketemukan tengah telungkup.

4. Umur kita dapat lama didunia ini. Namun kita tidak paham wafat dalam kondisi apa. Mudah-mudahan kita wafat tengah dalam rencana memperjuangkan kebenaran.

Baca Juga: Ahok Penuhi Panggilan Bareskrim Polri

i. Penambahan serta Komentar Habib Rizieq :

1. Mari luruskan kemauan, supaya kemauan kita berjuang hanya dalam rencana membela Allah, membela Rasul, membela Al-Qur’an. Tak ada kemauan yang lain.

2. Saya di panggil ke Kepolisian saat disuruh pendapat mengenai fatwa MUI. Seperti dagelan saja. Namun saya katakan ke penyidik, saya jabanin, ingin dalil mana saya bakal perlihatkan kalau Ahok memanglah sudah dapat dibuktikan berbuat tidak etis Al-Qur’an. Maka dari itu saya hingga 8 jam di tanya. Sekian kali saya disuruh pulang oleh pihak kepolisian, namun saya katakan, saya kerjakan hingga selesai. Yang utama Ahok di tangkap hari ini.

3. Namun penyidik kepolisian kok telah seperti jadi pengacara Ahok. Seperti mengarahkan kalau Ahok tak punya niat lakukan penistaan. Dan sebagainya.

4. Kemauan itu masalah hati. Kita tak dapat lihat serta mengukur kemauan orang. Namun kita saksikan tingkah laku serta perkataan orang. Itu yang kita ukur serta pegang. Ahok, perkataan serta perilakunya betul-betul dapat dibuktikan menistakan Al-Qur’an.

5. Masalah usulan untuk lakukan tindakan lagi, begitu bagus. Bila JK serta Jokowi memohon 2 minggu, kita berikanlah 3 minggu. Tak apa-apa. Yang utama Ahok di tangkap, dihimpun bukti yang cepat serta diadili. Bila tak ada perkembangan jadi tanggal 25 November kita bakal tindakan semakin besar. Tangkap Ahok atau Lengserkan Jokowi lantaran sudah tidak mematuhi konstitusi.

6. Saya bertanya ke Wakapolri, apakah Presiden intervensi dalam masalah Ahok?. Wakapolri katakan tak ada. Namun pidato Presiden yang menyampaikan kalau Pemerintah bakal merampungkan masalah Ahok dengan cepat serta transparan yaitu bentuk desakan. Jadi sesungguhnya Presiden mungkin menghimpit kerja Kepolisian. Semuanya dapat dikerjakan dalam rencana penegakan hukum serta kebaikan.

7. Saya mendengar juga bila Wakapolri itu membentak perwakilan ummat yang negosiasi di Istana. Wakapolri itu siapa. Janganlah main-main dengan ulama. Janganlah meneror semua. Tak perlu berlaku seperti itu.

8. Aksi-aksi kita jangan sampai berhenti. Di media mesti selalu diopinilan. Kelak dikira kita kalah bila kita diam serta cuma menanti.
j. Pendapat Abi Tang :

Bila penyelesaian masalah Ahok berlarut-larut begini, jadi kita janganlah yakin lagi dengan pemerintah

k. Pendapat Bakhtiar Nasir :

1. Saat kita bersabar dalam tindakan kita tempo hari, jadi sesungguhnya kita telah menang

2. Saat kita patuh komando pimpinan serta semuanya jalan teratur, jadi sesungguhnya kita telah menang.

3. Mereka, beberapa pembela penista Al-Qur’an sebenarnya mudah terpecah serta sulit menyatu. Mereka tak diikat oleh suatu hal yang agung.

4. Tindakan tempo hari betul-betul nasrul minallah. Kita memperoleh pertolongan Allah. Bila bukanlah Allah, perlindungan tak ada jadi betul-betul mungkin saja pembantaian. Kita tak bisa konyol. Mesti atur kiat lebih rapi.

5. Jokowi terlambat ke Istana lantaran terjerat macet argumennya. Bila demikian, Jokowi kalah sama Syah****. Syah**** saja gunakan Helikopter.

6. Syahidnya dua peserta tindakan yaitu hikmah. Nyatanya Allah pilih jiwa-jiwa yang bersih. Yang ikhlas berjuang lantaran Allah.

7. Kesabaran itu utama dalam pertarungan panjang ini. Kekuatan mengontrol emosi jadi aspek kemenangan kita.

l. Habib Nawawy Maksum dari Bondowoso

1. Kata Orang Bondowoso wafat dalam kondisi bertempur itu mati paling baik. Seperti kata pantun :

Kereta Api diberi nama Sepur
Diatas Sepur ada Kondektur
Dari pada mati diatas kasur
Tambah baik mati di medan tempur

2. Janganlah berandai-andai. Bila saya tak turut tindakan tempo hari, jadi saya tak luka dsb. Syetan dapat masuk dari pintu itu. Luruskan kemauan serta kuatkan semangat perjuangan.

m. Doktor Bahar Kepala Rumah Sakit Budi Kemuliaan :

Kita berjuang dengan apa yang kita dapat. Berikanlah

Sumber: eramuslim.com

Incoming search terms:

singkatan GNPF,bentuk ikan nun,gambar ikan nun,nama presenter kabar petang tv one hari ini,agama baba vanga,ikan yang memakan nabi yunus,ct ml gatot,ikan paus yang memakan nabi yunus,Akhirnya terungkap juga kasus Apartemen di Sudirman Akibat ditemukannya rekaman berdurasi 3 menit Ayu dan Raffi pun tak bisa menyangkal lagi dari kenyataan Segera ditonton sebelum diblokir,pulau ikan paus,

Loading...