Bukan Makar, Yusril Sebut Kliennya Hanya Kritisi Pemerintah

Posted on

yusril

Goendonesia.com – Yusril Ihza Mahendra selaku kuasa hukum Rachmawati Soekarnoputri mengatakan bahwa kliennya tidak melakukan gerakan makar. Menurut Yusril, Rachmawati bersama rekan-rekannya hanya melakukan pertemuan untuk mengkritik kebijakan pemerintah.

Lantaran hanya membicarakan kritik terhadap pemerintah, Yusril pun menganggap pertemuan kliennya jelang aksi 212 (Aksi Super Damai 2 Desember 2016) sangat normal dan jauh dari agenda yang mengupayakan gerakan makar.

“Saya melihatnya mungkin polisi melakukan upaya preventif saja, supaya demo atau aksi damai berlangsung tertib, tidak terjadi apa-apa, lalu mengambil langkah preventif menangkap sejumlah tokoh. Kalaupun mereka tidak ditangkapi belum tentu terjadi apa-apa juga,” ungkap Yusril, Minggu (4/12), di Hotel Atlet Century, Jakarta.

Yusril yang juga ditunjuk sebagai pengacara aktivis, Ratna Sarumpaet itu menambahkan, upaya makar dalam pasal 87 serta pasal 107 KUHP yang disangkakan kepada kliennya jauh dari perbuatan yang dilakukan.

Baca Juga: Pukul 14.00 WIB Nanti Djarot Jalani Pemeriksaan Kasus Penghadangan Saat Kampanye

Terlebih, upaya penangkapan yang dilakukan kepolisian terhadap Ratna Sarumpaet. Ratna, terang Yusril, tidak mengikuti pertemuan yang membicarakan kritikan terhadap pemerintah, tetapi harus ikut ditangkap dengan tuduhan makar.

“Kelihatannya kalau sampai pelaksanaan makar masih jauh lah, dan bahwa mereka melakukan rapat-rapat, pertemuan kritik pemerintah itu normal saja, khusus Ibu Ratna Sarumpaet malah beliau tidak ikut rapat, tidak ikut konfrensi pers, tanggal 1 Desember, tapi ikut juga ditangkap pada 2 Desember,” tukas Yusril. [jitunews]

Loading...