Kapolresta Bandung: Ormas PAS Bukan Menolak KKR, Tapi Hanya Menanyakan Perizinannya

Posted on

Goendonesia.com – Sebuah ibadah jelang hari raya natal di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/12), ditolak sejumlah organisasi masyarakat berbasis agama.

Ibadah bertajuk kebaktian kebangunan rohani (KKR) yang dipimpin Pendeta Stephen Tong, pendetanya CEO Lippo Grup James Riyadi, itu pun ditunda.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, panitia KKR Natal tersebut tidak memiliki izin menggelar ibadah yang lengkap.

Yusri menuturkan Kepala Polres Kota Besar Bandung Komisaris Besar Winarto kemudian memediasi panitia KKR dan ormas yang melakukan protes di depan Sabuga.

Setelah mediasi tersebut, kata Yusri, ibadah siang hari dapat diteruskan. Namun para pihak sepakat menunda agenda ibadah malam hari.

“Intinya ormas-ormas itu bukan menolak. Mereka hanya menanyakan perizinan saja,” ujar Yusri seperti yang dilansir CNN Indonesia, Selasa malam.

Baca Juga: Jemaat Menyusut, Gereja Bergaya dan Bersejarah di Connecticut Dijual Kepada Komunitas Muslim

Menurut Yusri, penyelenggara ibadah itu diminta berkoordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandung untuk menyelesaikan perizinan.

Lebih dari itu, Yusri mengklaim tidak terjadi kericuhan pada ibadah KKR tersebut. “Tidak ada kericuhan, situasi tetap kondusif. Hanya ada kesalahpahaman,” ucapnya.

KKR Natal di Sabuga tersebut diinisiasi Stephen Tong Evangelistic Ministries International. Merujuk situs Gereja Reformed Injili Indonesia Bandung, KKR itu terbagi atas dua ibadah, yakni pukul 13.00 WIB dan 18.30 WIB. [eramuslim]

Incoming search terms:

preman palembang di bandung,toko kasur busa swallow bandung,tanggapan jokowi tentang kasus sabuga,Tanggapan pas soal kkr eramuslim,

Loading...