Gara-gara Hal Ini, Eko Patrio Dipanggil Bareskrim

Posted on

Goendonesia.com – Politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Eko Hendro Purnomo atau yang akrab disapa Eko Patrio, hari ini, Kamis, 15 Desember 2016 dipanggil Bareskrim Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan.

Sesuai dengan surat panggilan, Eko Patrio diminta untuk menghadap ke penyidik Subdit I Direktorat Tindak Pidana Umum atas laporan polisi LP/1233/XII/2016/Bareskrim, dengan pelapor Sofyan Armawan.

Eko Patrio dipanggil untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dugaan tindak pidana kejahatan terhadap Penguasa Umum Pasal 207 KUHP, dan UU Nо 11 tahun 2008 tentang ITE.

“‎Benar, beliau diminta datang untuk diambil keterangannya soal pernyataanya di surat kabar. Statusnya (Eko) saksi, pelapornya dari penyidik sendiri,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar, di Mabes Polri.

Berdasarkan surat yang beredar di kalangan wartawan, perihal udangan interview terhadap Eko merujuk kepada Laporan Polisi Nomor LP/1233/XII/2016/ Bareskrim Polri tertanggal 14 Desember atas nama pelapor Sofyan Armawan tentang Dugaan Tindak Pidana Kejahatan terhadap penguasa umum dan atau Undang-Undang ITE, yang diduga dilakukan Eko Patrio.

Baca Juga: Ahok: Warga Pemilik Mercedes dan Berlian Rp 100 Miliar Masih Bisa Gratis Masuk RS

Selanjutnya, juga merujuk kepada surat perintah penyelidikan nomor Sp. Lidik/1959-Subdit IXII/2016/Dit Tipidum tertanggal 14 Desember 2016.

Berdasarkan rujukan tersebut diperintahkan kepada Subdit I Dit Tipidum Bareskrim Polri, untuk melakukan penyelidikan dengan melakukan pemanggilan kepada Eko Patrio di Kantor Subdit I Dit Tipidum Bareskrim Polri Jalan Merdeka Timur Nomor 16 Jakarta Pusat.
Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Tindak Pidana Umum Brigjen Agus Andrianto. Kuat dugaan, penyidik meminta Eko datang ke Bareskrim Polri, untuk mengklarifikasi ucapannya soal penangkapan teroris upaya pengalihan isu soal penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. [jitunews]

Loading...