Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi Soal Kedaulatan Mineral

Posted on

Goendonesia.com – Yang terhormat Presiden Jokowi,

Perkenankanlah saya, Andre Rosiade, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, menyampaikan beberapa hal mengenai rencana ‎Revisi Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pelaksana Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Pak Presiden,

Dalam rencana revisi PP 1/2014, semua orang tahu bahwa salah satu tujuannya adalah memuluskan langkah Freeport dan Newmont. Yakni agar mereka tetap bisa mengekspor mineral mentah. Revisi ini justru menganakemaskan dua perusahaan di satu sisi dan menganaktirikan perusahaan BUMN (Antam) di sisi yang lain.

Pak Presiden,

Revisi relaksasi ini seharusnya menjadi momentum bagi kebangkitan perusahaan-perusahaan lokal dalam mengelola potensi sumber kekayaan alam Indonesia. Namun dibawah kebijakan anak buah Bapak, perusahaan lokal dan BUMN justru dianaktirikan.

Antam sebagai perusahaan plat merah dibawah Kementerian BUMN, seharusnya diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri mengekspor bijih nikel 1,7 ke bawah. Selama ini, bijih nikel 1,7 ke bawah tidak bisa dimanfaatkan oleh perusahaan smelter dalam negeri. Smelter yang ada di Indonesia selama ini mengkonsumsi bijih nikel kadar tinggi, yakni kadar 2,0.

Perusahaan BUMN yang seharusnya berkembang dan mengelola kekayaan sumber daya alam justru ditentang oleh pihak pemerintah sendiri. Ada Ketua Umum Asosiasi Smelter Indonesia R Sukhyar dan Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan.

Baca Juga: 65 Persen Rakyat DKI Tidak Mau Dipimpin Oleh Gubernur Berstatus Tersangka

Pak Presiden,

Sukhyar merupakan mantan Dirjen Minerba yang tidak mempunyai perusahaan smelter dan kini menjadi Staf Ahli di lingkungan Kementerian Perindustrian. Kenapa Sukhyar dan Putu menghalangi perusahaan BUMN mendapatkan kesempatan melakukan ekspor bijih nikel kadar rendah yang notabene tidak bisa dipergunakan smelter dalam negeri.

Pak Presiden,

Bijih nikel lowgrade selama ini terbuang sia-sia. Padahal dengan terbuangnya bijih nikel kadar rendah sama saja menghilangkan potensi pendapatan negara. Sekarang potensi itu dimanfaatkan luar biasa oleh Pemerintah Filiphina dengan menjual bijih nikel kadar rendah 50 USD реr ton. Bisa dibayangkan seandainya PT Antam diberikan kesempatan mengekspor 20 juta ton реr tahun yang tidak bisa diserap smelter dalam negeri.

Jumlah itu dikalikan 50 USD реr ton sama dengan 1 miliar USD. Angka yang cukup besar dihasilkan Antam реr tahun jika diberikan kesempatan mengekspor bijih nikel kadar rendah. Apabila dikenakan biaya keluar (ekspor) 10 USD реr ton maka pemasukan negara bisa mencapai 200 juta USD реr tahun. [intelijen]

Incoming search terms:

pemilik perusahaan sepakat group,pemilik sepakat group,bos sepakat group,contoh pelanggaran perusahaan bpjs kesehatan 2017,http://www goendonesia com/Info-pemilik-perusahaan-sepakat-group html,resep masakan harvest moon friends of mineral town lengkap,syarat kesehatan menjalanlan perusahaan,

Loading...